TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI KEDELAI (GLYSINE MAX (L) MERRIL) DI KECAMATAN CONGGEANG DAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui:
(1) tingkat penerapan teknologi produksi
usahatani kedelai, (2)
faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi petani
dalam menerapkan teknologi
produksi kedelai, dan
(3) hubungan antara tingkat
penerapan teknologi dengan
produktivitas dan pendapatan usahatani
kedelai. Metode yang
digunakan adalah survey
dengan teknik pemilihan responden
secara acak sederhana
terhadap 40 orang
petani kedelai. Teknis analisis data menggunakan analisis R/C ratio,
analisis pendapatan dan biaya produksi
serta dilakukan analisis
secara deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan: (1) tingkat penerapan teknologi produksi kedelai
termasuk kategori sedang. Komponen teknologi yang paling rendah tingkat
penerapannya adalah tata guna air dan yang tertinggi adalah kegiatan panen dan
pasca panen. (2) Faktor internal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan
teknologi produksi kedelai adalah umur,
pendidikan, dan pengalaman
berusahatani. Sementara faktor eksternalnya adalah
luas lahan, status
kepemilikan lahan, besarnya
modal, intensitas
penyuluhan, ketersediaan sarana
produksi, dan harga
jual. (3) Penerapan teknologi
produksi kedelai berhubungan positif dengan
produktivitas dan
pendapatan. Semakin tinggi
penerapan teknologi akan
memberikan produktivitas yang tinggi dan pendapatan yang meningkat. Hal
ini terlihat dari nilai R/C ratio yang semakin besar sejalan dengan
meningkatnya penerapan teknologi produksi kedelai.
Kata Kunci:
Tingkat penerapan teknologi,
faktor-faktor intern-ekstern petani,
produktivitas dan pendapatan
Penulis: Erna Rachmawati dan
Endah Djuwendah
Kode Jurnal: jpsosiologidd080045