THE IDEOLOGY OF KAMPUNG: A PRELIMINARYRESEARCH ON COASTAL CITY SEMARANG
ABSTRAK: Kampung di perkotaan
seringkali dilihat sebagai fenomena sebuah komunitas yang terisolir, marjinal, dan
ekslusif. Stereotipe ini muncul karena kebijakan kolonial sehingga penulisan
sejarah kota sering hanya dilihat pada komunitas yang memiliki akses ekonomi,
politik, dan sosial budaya langsung pada pemerintah kolonial. Komunitas
kampung, yang pembentukannya memiliki sejarah yang panjang, hampir tidak
dilihat sebagai bagian dari sejarah kota. Pada beberapa dekade awal abad XX,
kampung di Semarang menjadi fenomena yang menarik, bukan karena semata-mata
pemerintah kolonial mulai memperhatikan status dan kondisi komunitas ini, tetapi
secara mengejutkan justru hampir semua persoalan perkotaan, baik sosial,
ekonomi, kesehatan, tata ruang kota maupun munculnya radikalisasi justru
memiliki keterkaitan dengan komunitas kampung di perkotaan. Beberapa faktor
penting yang mempengaruhi adalah proses urbanisasi, industrialisas, dan eksplorasi
sosial-ekonomi di perkotaan melalui kebijakan perburuhan.
Author: Arief Akhyat
Journal Code: jpantropologigg060002