The Evolution of Javanese Kingship
Abstrak: Tulisan ini
mengungkapkan secara ringkas
evolusi dari konsep kingship (kedudukan
raja) Jawa yang
ditelusuri dari abad
ke lima sampai abad
tujuh belas dengan
memperhatikan secara analitis basis
dari keabsahan (legitimacy)
bagi para penguasa atau raja di Jawa. Sejarah para raja
di Jawa menunjukkan bahwa para raja di
Jawa mengadopsi simbol
dan praktik keagamaan untuk mengabsahkan
kedudukan mereka sebagai
raja. Hal ini tampak ketika mereka merespon masuknya
agama-agama seperti Hindu, Buddha, dan Islam ke tanah Jawa. Namun, mereka tetap
mempertahankan nilai dan
praktik kepercayaan lokal
untuk mendukung keabsahan kedudukan
mereka sebagai raja.
Di lain pihak, hanya
orang-orang yang diakui
sebagai “manusia gagah berani” yang mampu memberikan keamanan
dan kesejahteraan bagi rakyat yang
layak memegang kedudukan
sebagai raja. Dengan demikian,
seorang raja di Jawa tidak hanya diabsahkan oleh nilai dan simbol agama, tetapi
juga diakui sebagai penguasa yang
berhasil memberikan keamanan
dan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Author: Ganda Upaya
Journal Code: jpsosiologigg100006