Strengthening the Meaning of Religion in the Democratic Society

Abstrak:  Penelitian  ini  mendiskusikan  tentang  makna  agama  dalam masyarakat  demokratis,  khususnya  di  Indonesia.  Ketika  sekularisme meminta pemisahan agama dan negara, pada satu sisi, dan teokrasi (negara Islam)  menuntut  adanya  penyatuan  agama  dan  negara,  pada  sisi  lain, Indonesia menawarkan Pancasila untuk menjembati jurang keduanya. Dalam negara  sekuler,  peran  agama  dalam  negara  sejauh  mungkin  diminimalkan, bahkan  dienyahkan.  Padahal,  tak  terbantahkan  agama  yang  melampirkan prinsip-prinsip  nilai  dan  moral  memiliki  posisi  sentral  bagi  manusia. Sebaliknya, dalam negara  teokrasi akan dimungkinkan agama dijadikan alat untuk  menindas  rakyat.  Dalam  situasi  dilematis  ini,  Pancasila  tidak  untuk mengenyahkan  peran  agama  juga  tidak  menjadikan  agama  sebagai  alat justifikasi  suatu  rezim,  melainkan  memfasilitasi  berjalannya  peran  agama dalam  negara.  Bahkan,  lebih  jauh,  agama  dan  negara  dalam  bekerjasama dalam  upaya  memanusiakan  manusia,  pemberdayaan  masyarakat  sipil, melepaskan  rakyat  dari  penindasan  dan  penjaga  moral  masyarakat.  Atas dasar itulah, agama memiliki peran esensial dalam masyarakat demokratis.
Kata Kunci: Pancasila, Demokrasi, Kekerasan Agama, Syariat Islam
Author: Hatim Ghazali
Journal Code: jpperadabanislamgg130001

Artikel Terkait :