STRATEGI NAFKAH GANDA “BENTUKAN” RUMAH TANGGA PEDESAAN PESISIR DI KABUPATEN BINTAN

Abstrak: Masyarakat pesisir  Kabupaten Bintan sangat tergantung dengan sumber daya alam yang ada di laut. Berbagai aktivitas nafkah di laut (on-sea), seperti penangkapan ikan, dilakukan banyak rumah tangga untuk mempertahankan penghidupannya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, berbagai cara dilakukan, termasuk melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara ilegal (over-ekspolitasi dan destruktif) yang merusak ekosistem terumbu karang dan keberlanjutan sumber daya laut. Untuk mengurangi kegiatan penangkapan yang ilegal, mempertahankan kelestarian terumbu karang, dan mewujudkan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Kabupaten Bintan, pemerintahan melakukan program COREMAP yang di antaranya melakukan pengembangan mata pencaharian alternatif (MPA) sebagai strategi nafkah baru bagi rumah tangga di pesisir Kabupaten Bintan. Penelitian ini ingin menganalisis (i) tindakan ekonomi apa yang melandasi rumah tangga di pesisir Kabupaten Bintan membangun sistem nafkahnya dengan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal? dan (ii) sejauh mana rekayasa strategi nafkah ganda “bentukan” pemerintah  yang dilakukan melalui MPA-COREMAP mampu membangun sistem nafkah yang berkelanjutan? Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif ini menemukan bahwa (i) tindakan pilihan rasional merupakan tindakan ekonomi yang melandasi rumah tangga pedesaan pesisir membangun sistem nafkahnya (ii) rekayasa strategi nafkah ganda “bentukan” pemerintah melalui pengembangan MPA sebagian telah terbukti gagal dan diprediksi tidak akan mampu membangun sistem nafkah yang berkelanjutan.
Kata Kunci: sosiologi ekonomi, strategi nafkah, penghidupan berkelanjutan dan nelayan
Penulis: Ali Yansyah Abdurrahim
Kode Jurnal: jpsosiologidd140150

Artikel Terkait :