ROK MINI DI PERSIMPANGAN JALAN ANTARA KEBEBASAN DAN EKSPLOITAS

Abstrak:  Media  mempunyai  kekuatan  untuk  menghancurkan  apa  yang  disebut ‘tabu’  dan  mengkonstruksikannya  kembali  menjadi  bentuk  berbeda.  Entah melalui film, sinetron, musik, iklan, novel dan bahkan berita, perempuan menjadi pusat ceritanya. Konstruksi demi konstruksi, diselingi dengan dekonstruksi demi dekonstruksi,  tidak  pernah  jauh  berlari  dari  apa  yang  harus  dan  bagaimana seharusnya perempuan. Inilah mengapa kajian perempuan seperti air yang tidak sampai  juga  ke  hulunya.  Begitu  juga  dengan  rok  mini  yang  identik  dengan perempuan.  Sejak  kemunculannya  di  awal  tahun  1960an,  tren  rok  mini  selalu diiringi  dengan  kontroversi.  Media  menjadi  salah  satu  elemen  yang  dapat menguatkan  dua  posisi.  Apakah  mendorong  semangat  pembebasan  idaman kaum  perempuan  atau  justru  menjadi  pelaku  utama  eksploitasi.  Perempuan penggemar rok mini ada di persimpangan jalan.
Kata kunci: rok mini, tabu, tubuh, media
Penulis: Lisa Lindawati
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140140

Artikel Terkait :