Proses Kolaboratif dalam Perencanaan Berbasis Komunikasi Pada Masyarakat Non-Kolaboratif

Abstrak: Proses kolaboratif merupakan unsur utama dari perencanaan berbasis komunikasi. Proses kolaboratif memerlukan partisipasi, kesetaraan kekuasaan, serta kompetensi yang memadai dari para pemangku kepentingan. Kondisi ini terlihat sulit terjadi pada masyarakat yang cenderung memiliki tingkat partisipasi, kesetaraan kekuasaan, dan kompetensi rendah (masyarakat non-kolaboratif) - suatu kondisi masyarakat yang masih terjadi terutama di negara-negara berkembang. Tujuan artikel ini adalah untuk melihat secara mendalam apakah proses kolaboratif dapat terjadi pada konteks masyarakat demikian. Hal ini dilihat melalui penelitian empiris dengan kasus perencanaan penataan pedagang kaki lima Banjarsari di Kota Surakarta, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada perencanaan tersebut terdapat tahapan-tahapan proses kolaboratif dan dialog otentik yang merupakan aspek utama dalam proses kolaboratif.
Kata Kunci: Kolaboratif; Perencanaan; Pedagang Kaki Lima; Pembangunan
Penulis: Ely Sufianti, Dewi Sawitri, Krishnai Nur Pribadi, Tommy Firman
Kode Jurnal: jpsosiologidd130383

Artikel Terkait :