Proses Kolaboratif Antarpemangku Kepentingan pada Konsorsium Anggrek berbasis Komunikasi

Abstrak: Karakteristik khusus pada sektor agribisnis seperti ketergantungan yang kuat antara sub sektor menuntut kolaborasi tim agribisnis yang harmonis. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga agribisnis, lembaga penelitian dan pengembangan serta asosiasi merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing agribisnis.Proses kolaboratif melalui pendekatan interaktif diperlukan untuk menghasilkan komunikasi yang efektif. Berbagai pola jaringan komunikasi dalam proses kolaboratif diantaranya dapat berupa informasi dan pesan. Infrastruktur komunikasi merupakan salah satu sarana yang dapat dibangun sebagai strategi kolaborasi. Sistem informasi dan komunikasi yang dapat dibangun sebagai sarana kolaborasi dan berbagi informasi diantaranya adalah mailing list. Tujuan penulisan artikel ini adalah  mengidentifikasi proses kolaborasi pada konsorsium anggrek. Artikel ini menjelaskan bagaimana proses kolaboratif tim agribisnis pada aspek partisipasi, kesetaraan kekuasaan, serta kompetensi melalui penelitian deskriptif  konsorsium anggrek dengan menggunakan teori akomodasi, teori kelompok dan jaringan komunikasi dengan program Nvivo 2.0 dan Ucinet 6. Hasil studi menjelaskan bahwa proses kolaboratif yang terjadi pada kolaborasi antar organisasi yaitu para pemangku kepentingan pada konsorsium anggrek menunjukkan adanya partisipasi tinggi, kesetaraan kekuasaaan, dan para aktor yang kompeten.
Kata Kunci: akomodasi, jaringan komunikasi, kelompok, kesetaraan, kompetensi, partisipasi
Penulis: Dyah Gandasari, Sarwititi Sarwoprasodjo, Basita Ginting, Djoko Susanto
Kode Jurnal: jpsosiologidd150064

Artikel Terkait :