Potensi Pengembangan Atraksi Wisata Kampung Nelayan Pasie Nan Tigo Kota Padang Ditengah Ancaman Bencana Abrasi Dan Banjir

Abstrak: Permasalahan keruangan diwilayah pesisir sangat kompleks, mulai dari kerentanan ekonomi, kerentanan geografis, kerentanan sosial hingga potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang kurang dikelola secara optimal. Hal ini disebabkan oleh tingginya ancaman bencana terutama di kawasan permukiman nelayan Pasie Nan Tigo Kota Padang. Selain berbagai permasalahan, wilayah pesisir juga menyimpan berbagai potensi yang patut dikembangkan. Salah satunya adalah potensi wisata pantai kampung nelayan berbasis bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah pantai yang cukup aman dari ancaman bencana banjir dan abrasi dan menggali potensi atraksi wisata pantai yang dapat dikemas menjadi obyek wisata kampung nelayan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dan kualitatif dengan analisis super impose peta-peta tematik (topografi, iklim dan hidrologi) dengan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menemukan tingkat rawan bencana banjir di Pasie Nan Tigo termsuk kategori rendah sebesar 6,48 % dan kategori tinggi 93,52% dari luas wilayah, tingkat abrasi tinggi pada 34,7 % dan 65,3 % kategori rendah dari panjang garis pantai sedangkan luas kawasan penyangga sebesar 93,3 % dan budidaya 6,69%. Ditengah ancaman abrasi pantai dan banjir cukup tinggi serta klasifikasi lahan termasuk kedalam kawasan penyangga, pengembangan obyek wisata  yang tepat di Pasie Nan Tigo Kota Padang adalah wisata kampung nelayan dengan atraksi wisata budaya, alam dan buatan.
Kata Kunci: Atraksi Wisata, Kampung Nelayan, Bencana
Penulis: Haryani
Kode Jurnal: jpsosiologidd140266

Artikel Terkait :