Peranan Etika Bisnis dalam Pembangunan Akhlak Mulia
Abstrak: Tujuan penulisan
artikel ini adalah mengkaji sejauhmana peranan etika bisnis sebagai pelaksanaan
kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi
bisnis serta stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma dan agama yang
dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah yang etis,
sebagai upaya membangun akhlak mulia. Pembangunan akhlak mulia merupakan upaya
mengembangkan sikap yang melekat pada jiwa setiap sumber daya manusia secara
sepontan yang diwujudkan dalam perbuatan/tidakan.
Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan etika bisnis, perilaku
organisasi, manajemen sumber daya manusia dan pendidikan agama Islam yang
memfokuskan kepada etika bisnis dalam upaya membangun akhlak mulia. Hasil
pembahasan dalam artikel ini menunjukkan, bahwa: jika tindakan perilaku bisnis,
manajer atau sumber daya manusia serta stakeholders itu baik menurut akal atau
rasio, rasa atau kalbu dan agama, maka tindakan itu disebut akhlak yang baik
(akhlakul karimah). Sebaliknya jika tindakan itu buruk, maka disebut akhlak
yang buruk (akhlakul mazmumah). Standar baik dan buruk akhlak adalah Al-Qur’an
dan Sunah Rasul, yang bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan Islam,
akhlak merupakan cermin dari jiwa manusia. Akhlak yang baik adalah dorongan
dari keimanan yang ditampilkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Menurut
sasarannya, pembangunan akhlak meliputi akhlak terhadap Allah SWT, akhlak
kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan alam semesta. Peranan etika
bisnis dalam pembangunan akhlak mulia adalah sebagai pelaksanaan kode etik para
pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta para
stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma, etika dan agama yang
dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah. Dalam upaya
membangun akhlak mulia, mereka itu melaksanakan prinsip dan standar etika
bisnis, yaitu: Kejujuran (honesty): tidak berbohong. Integritas (integrity),
memegang prinsip dan keyakinan. Memelihara janji (promise keeping):komitmen dan
dapat dipercaya. Kesetiaan (loyalty): melaksanakan kewajiban. Keadilan
(fairness): komitmen keadilan. Suka
membantu (caring for others): kerjasama. Hormat kepada orang lain (respect for
others): menghormati kebebasan dan hak. Bertanggungjawab (responsibility),
mentaati hukum, kesadaran sosial. Mengejar keunggulan (pursuit of
excellence)::dapat diandalkan, Dapat dipertanggungjawabkan (accountability):
menerima tanggung jawab, teladan. Selain itu, peranan etika bisnis adalah
melaksankan tanggungjawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.
Penulis: I. Iskandar
Kode Jurnal: jpsosiologidd070021