PERAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SEBAGAI PENCEGAH TERJADINYA KONFLIK PADA HUBUNGAN PERSAHABATAN REMAJA DI SAMARINDA
Abstrak: Artikel ini berisi
tentang peran komunikasi antarpribadi sebagai pencegah terjadinya konflik pada
hubungan persahabatan remaja di samarinda yang difokuskan pada tiga kecakapan
komunikasi untuk mengembangkan pengelolaan konflik secara berhasi, yakni
memprakarsai konflik, merespons konflik dan menengahi konflik. Metode
penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data Model
Interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil penelitian di
peroleh gambaran bahwa dalam dalam memprakarsai konflik, diketahui dari 4
subjek penelitian, 3 orang masih mengungkapkan konflik yang dirasa dengan cara
yang kurang tepat seperti diam, marah yang berlebihan ketika sedang berada di
puncak emosi dan kurang memperhatikan perasaan pihak lawan bicaranya. Kecakapan
berkomunikasi untuk merespons konflik, diketahui dua orang telah belajar
menerapkan respons yang baik seperti ketika pelaku sadar bahwa ia yang bersalah
maka ia tidak segan untuk meminta maaf, dan memperbaki kesalahannya, namun dua
lainnya juga cenderung menanggapi konflik yang diungkapkan oleh sahabatnya
dengan cara didiamkan. Kecakapan berkomunikasi untuk menengahi konflik,
diketahui ada dua strategi yang kerap kali digunakan yaitu mempertemukan pihak
yang berkonflik dan pendekatan personal yang ddilakukan oleh para penengah
konflik.
Penulis: Ratnasari Nur Aini
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140215