PERAN KELOMPOK BATIK “BERKAH LESTARI” BAGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DUSUN KARANGKULON, DESA WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL, YOGYAKARTA
Abstrak: Pemberdayaan
perempuan di Kabupaten Bantul diwujudkan melalui Usaha Mikro Kecil dan
Menengah, salah satunya kelompok usaha batik Berkah Lestari yang terletak di
Dusun Karangkulon, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Penelitian ini bermaksud mengetahui peran Berkah Lestari bagi pemberdayaan
perempuan di Karang-kulon. Penelitian ini menggunakan teori AGIL (adaptation, goal
attainment, integration, latency) dari Talcot Parsons. Metode penelitiannya
menggunakan kualitatif naturalistik. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemaparan hasil penelitian menggunakan deskriptif-analitik,
yaitu penyajian data dengan mengedepan-kan pendapat mendalam dari informan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berkah Lestari mampu berperan bagi perempuan
Karangkulon melalui 4 hal: adaptasi, anggota ke-lompok dapat menyesuaikan
dengan peraturan kelompok dan perubahan lingkungannya; pencapaian tujuan,
kegiatan di Berkah Lestari fokus untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan
kepentingan pribadi; integrasi, komunikasi yang ter-buka antara anggota dan
pengurus membuat Berkah Lestari bisa survive dan berkembang sampai sekarang; pemeliharaan
pola, Berkah Lestari mengedepankan rasa kekeluargaan dan keterbukaan agar
anggotanya merasa nyaman dan terhindar dari konflik. Hasilnya terlihat dari 3
aspek: aspek ekonomi, yaitu meningkatnya pendapatan perempuan Karangkulon dibandingkan
sebelum bergabung dengan Berkah Lestari; aspek politik, di mana perempuan
Karangkulon berhasil membentuk sebuah kelompok batik untuk memperjuangkan kepentingan
mereka, dan tidak minder saat berbicara dengan pengunjung Berkah Lestari; aspek
sosial budaya, di mana perempuan dianggap sejajar dengan laki-laki karena bisa dapat
berperan ganda, satu sisi perannya sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi
putranya, satu sisi sebagai istri yang membantu suami mencari tambahan
penghasilan. Dalam upaya memberdayakan perempuan, Berkah Lestari didukung dengan
adanya rasa kekeluargaan, kepercayaan, dan keterbu-kaan. Kendalanya antara
lain: marketing yang masih terbatas melalui kartu nama dan gethok tular (dari
mulut ke mulut), pemasaran via online belum optimal, kurangnya pelatihan akan
pengembangan motif batik dan pemanfaatan internet.
Penulis: Riesta Mar’atul
Azizah
Kode Jurnal: jpsosiologidd140157