PENERAPAN METODE RESITASI DENGAN MODEL PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN ANALISIS KOMPLEKS
Abstract: Rata-rata hasil
belajar mahasiswa dalam pembelajaran analisis kompleks pada 4 tahun belakangan
ini masih cukup. Mahasiswa masih sulit memahami dan membedakan konsep-konsep yang
harus digunakan dalam menyelesaikan soal-soal analisis kompleks. Menurut
(Mardiningsih, 2002) memetakan konsep adalah suatu strategi yang dapat membantu
para mahasiswa melihat dan memahami keterkaitan antar konsep yang telah
dikuasainya, serta pemetaan konsep sangat efektif untuk membantu mahasiswa
belajar bermakna. Sehingga pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran analisis kompleks melalui penerapan metode
resitasi dengan model peta konsep pada program studi pendidikan matematika
PMIPA FKIP Universitas Jambi. Pengembangan ini berbentuk penelitian tindakan
kelas, dilaksanakan dalam satu semester, terdiri dari 3 siklus, 16 kali
pertemuan, setiap kali pertemuan 150 menit (3 SKS). Subjek pengembangan 41
orang, 12 orang laki-laki dan 29 orang perempuan. Berdasarkan hasil observasi
pada siklus I, II dan III diperoleh bahwa peta konsep yang dibuat mahasiswa
masih berkategori cukup, keaktifan mahasiswa dalam proses diskusi pada fase
mempertanggungjawabkan tugas selalu meningkat dan sudah baik, kemampuan
mahasiswa dalam memahami setiap konsep yang dipelajari serta keterkaitan antar
konsep-konsep tersebut masih berkategori cukup, keseriusan mahasiswa dalam
diskusi membahas contoh-contoh soal yang ada dalam buku sumber, dan keseriusan
mahasiswa dalam mengerjakan tugas menyelesaikan soal-soal latihan sudah baik. Berdasarkan
hasil tes diperoleh bahwa rata hasil tes mahasiswa pada siklus I 54,175, pada
siklus II 65,025 dan pada siklus III 71,122, dapat disimpulkan bahwa penerapan
metode resitasi dengan model peta konsep dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa
dalam pembelajaran analisis kompleks.
Penulis: Sofnidar dan Rohati
Kode Jurnal: jpsosiologidd090076