Pencapaian IPM Versus Keterbatasan Anggaran Pemerintah Daerah: Perbandingan Antara Kabupaten dan Kota di Jawa Barat
Abstrak: Pembangunan daerah
tidak bisa dilepaskan dari peran aktif pemerintah daerah melalui kebijakan
anggaran pro masyarakat. Masalah ketimpangan anggaran terjadi karena perbedaan
karakteristik wilayah dan kebutuhan masing-masing wilayah serta permasalahan
spesifik lainnya.
Peran kebijakan anggaran pemerintah di tingkat kabupaten dan kota di Jawa
Barat sangat membantu proses akselerasi komponen pembentuk IPM terutama di
bidang pendidikan dan peningkatan daya beli dengan porsi yang berbeda. Di lain
pihak, belanja publik justru tidak signifikan perannya terhadap tinggi
rendahnya pencapaian indikator kesehatan di wilayah Jawa Barat.
Ketidaseimbangan dampak belanja publik terhadap beberapa pembentuk komponen IPM
perlu diimbangi dengan keikutsertaan semua pihak dan institusi terkait (swasta dan masyarakat) sehingga
akselerasi IPM bisa tercapai. Karakteristik wilayah yakni kabupaten dan kota di
Jawa Barat ditemukan berpengaruh signifikan pada tinggi rendahnya Angka
Partisipasi Sekolah (APS), Angka Harapan Hidup (AHH) dan Pengeluaran Perkapita.
Ini menunjukkan bahwa dikotomi kota dan kabupaten menunjukkan dinamika
tersendiri yang bisa memengaruhi akselerasi IPM.
Penulis: Asnita Frida Sebayang
Kode Jurnal: jpsosiologidd060027