PEMAKNAAN UKIRAN BLONTAKNG KAUM BANGSAWANDALAM UPACARA ADAT KWANGKEY (STUDI DESKRIPTIF)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk menemukan makna dibalik tanda-tanda dalam ukiran Blontakng yang
hanya mencakup unsur-unsur visual dalam upacara Kwangkey dan mengidentifikasi
makna ukiran Blontakng secara ilmiah suku dayak Benuaq. Mengetahui makna
simbolik ukiran Blontakng sebagai komponen utama dalam upacara adat Kwangkey.
Mengapa makna simbolik blontakng masih digunakan, berperan sebagai apa
Blontakng dalam upacara adat Kwangkey. Metode dalam penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif untuk menganalisis dan menginterpretasi data berupa
tanda-tanda dalam Blontakng
Hasil penelitian ini adalah Blontakng Kwangkey yang merupakan
perlengkapan prosesi upacara adat kematian memiliki bahasa komunikasi disetiap
ukirannya. Dalam lingkup sosial Blontakng Kwangkey menjadi media komunikasi
bagi masyarakat sekitar bahwa ada acara yang akan di laksanakan, ukiran yang
terkandung didalam Blontakng juga memberikan pemaknaan tentang sejarah riwayat
hidup seseorang dan ukiran dalam Blontakng memberikan informasi tentang
perbedaan kasta seseorang melalui objek ukirannya. Blontakng juga merupakan
warisan budaya yang selalu ada dalam upacara adat masyarakat Benuaq dan
memiliki sejarah dalam setiap ukirannya sehingga tidak dapat di tinggalkan.
Blontakng Kwangkey adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang harus
di lestarikan. Diharapkan masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia dapat
mengenal budaya Indonesia salah satunya adalah mengenal dan memahami Blontakng
Kwangkey yang ternyata banyak masyarakat yang belum mengerti tentang arti
ukiran yang terkandung didalamnya.
Penulis: Katarina Lydia
Ega
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150121