PASAR SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (Studi Deskriptif Pedagang Pasar Segiri Samarinda)
Abstrak: Artikel ini
menjelaskan Pasar segiri Samarinda sebagai sarana komunikasi Antar Budaya
sesama pedagang. Pasar merupakan sisi dunia usaha yang mempunyai karakteristik
kerakyatan yang lekat dengan dimensi sosial, ekonomi dan budaya. Kegiatan di
pasar melibatkan masyarakat baik selaku pembeli maupun penjual saling
membutuhkan satu sama lainnya. Keberadaan pasar pada hakekatnya bertujuan untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat agar bisa memenuhi berbagai keinginan
yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup. Pasar merupakan sebagai tempat belajar
berkomunikasi, Berkomunikasi bukan sekedar berbicara lisan, tetapi juga membaca
bahasa tubuh dan melihat situasi dan kondisi saat berbicara. Komunikasi antar
budaya dapat terjadi di segala bidang termasuk dalam transaksi dan interkasi
antara penjual-pembeli maupun antar pedagang di pasar. Seperti pasar pada
umumnya Pasar Segiri menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tempat
tawar-menawar barang, tempat saling berinteraksi antar pedagang maupun antar
pembeli dan menjadi tempat bertatap muka langsung. Di pasar Segiri terdapat
pedagang dari aneka ragam suku yang ada di Indonesia. Dari semua setiap suku
memiliki dan mempunyai ciri khas dari segi bahasa, agama, adat istiadat,
pakaian, kebiasaan perilaku dan lain-lain.
Penulis: Abdul Majid
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140187