Paradoks Perempuan Batak Toba: Suatu Penafsiran Hermeneutik Terhadap Karya Sastra Ende Siboru Tombaga

Abstrak: Tulisan ini berupaya menganalisis sebuah karya sastra Ende Siboru Tombaga (EST) dengan menggunakan paradigma hermeneutik. Perempuan biasanya tidak diperhitungkan dalam pembagian warisan jika tidak memiliki saudara laki-laki. Harta warisan akan jatuh ke tangan adik ayahnya (paman) atau putra adik ayah. Dalam karya sastra EST dinyatakan secara berulang-ulang ketidakadilan, kejahatan, ketidakbenaran dan diskriminasi terhadap perempuan Batak Toba yang tidak memiliki saudara laki-laki. Karya sastra EST dapat dianggap sebagai counter culture terhadap adat istiadat yang cenderung dianggap mendiskriminasi perempuan. Paradoks perempuan Batak Toba ditandai dengan situasi bahwa secara kultural orang Batak Toba dengan sistem patrilinealnya menempatkan laki-laki sebagai pemeran utama dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam realitasnya perempuan Batak Toba bekerja keras dalam menafkahi keluarga dan rumah tangganya.
Kata Kunci: Karya Sastra EST, hermeneutik, paradoks perempuan Batak Toba
Penulis: Ratih Baiduri
Kode Jurnal: jpsosiologidd150062

Artikel Terkait :