Moral Islam dalam Membangkitkan Etos Ekonomi Umat
Abstrak: Di bidang ekonomi,
Islam sangat menganjurkan dilaksanakannya aktivitas produksi dan
pengembangannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Islam tidak merelakan tenaga manusia atau
komoditi terlantar begitu saja. Islam menghendaki semua tenaga dikerahkan untuk
meningkatkan produktivitas lewat “itqan” (ketekunan) yang diridhai oleh Allah
atau “ihsan” yang diwajibkan Allah atas segala sesuatu.
Al-Qur’an menganjurkan kita untuk menggunakan sumber kekayaan alam.
Al-Qur’an merangsang akal kita, mengarahkannya kepada pandangan dunia yang dikelilingi
oleh alam yang diciptakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Al-Qur’an juga
menjelaskan bahwa memanfaatkan semua itu terfokus dalam dua hal: Pertama, ilmu
atau sains yang berdiri di atas fondasi rasio dan akal budi. Melalui akal budi
ini, Allah membedakan manusia dari hewan. Kedua, bekerja; Ilmu tidak bermanfaat
kalau tidak dipraktekkan dengan bekerja. Bekerja dibutuhkan bukan hanya sekali
waktu, tetapi terus menerus. Bekerja dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang
terbaik dan untuk mencapai karunia Allah. Bekerja di dalam Islam adalah suatu
kewajiban bagi mereka yang mampu. Tidak dibenarkan bagi seorang muslim
berpangku tangan dengan alasan “mengkhususkan waktu untuk beribadah” atau
bertawakal kepada Allah. Tidak dibenarkan pula bagi seorang muslim bersandar
pada bantuan orang lain sedangkan ia memiliki kemampuan.
Penulis: M Rahmat Effendi
Kode Jurnal: jpsosiologidd070019