MODEL PERMINTAAN HUTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model permintaan hutang luar negeri pemerintah Indonesia dan dampaknya terhdap kemiskinan di Indonesia. Penilitian ini menggunakan data sekunder periode 1980-2006 yang bersumber dari Asean Development Bank (ADB), World Bank dan sumber lainnya. Peneliitan ini menggunakan model persamaan simultan dengan metode two stage least squre (TSLS).  Hasil penelian menunjukkan bahwa berdasarkan model estimasi permintaan hutang luar negeri pemerintah dapat diungkapkan bahwa defisit anggaran pemerintah (DAP), defisit tabungan-investasi (DSI), Defisit transaksi berjalan dan pembayaran cicilan pokok dan bunga  hutang (PCHLN) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hutang luar negeri pemerintah. Kemampuan model untuk menjelaskan variasi naik turunnya variabel dependen (GFD) sebesar 95,3%.  Mengingat sudah semakin beratnya beban hutang Indonesia, maka peningkatan atau penambahan jumlah hutang baru tidak banyak berdampak terhadap penurunan prosentase penduduk miskin di Indonesia, bahkan yang terjadi sebaliknya meskipun tidak signifikan. Pengaruh variabel hutang luar negeri pemerintah  (GFD)  terhadap  pengurangan  tingkat  kemiskinan  tidaklah bersifat langsung tetapi melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Kata kunci: hutang luar negeri pemerintah ; kemiskinan
Penulis: Syaparuddin dan Dahmiri
Kode Jurnal: jpsosiologidd100072

Artikel Terkait :