KREDIBILITAS PRAKTISI KESEHATAN PENGOBATAN ALTERNATIF DALAM TAYANGAN IKLAN DI TELEVISI LOKAL (Suatu Studi Deskriptif-Kuantitatif di Kota Bandung)
ABSTRAK: Media massa kini
menjadi sarana sosialisasi yang utama dan cukup efektif bagi persoalan layanan
kesehatan secara gratis maupun berbayar. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan media
massa dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat secara “instan” maupun referensi
lanjutan dalam memutuskan suatu perilaku
kehidupan di masyarakat, termasuk keputusan untuk berobat secara medis
maupun nonmedis (alternatif). Sekarang
ini masih banyaknya masyarakat yang belum terlayani secara optimal dalam
layanan kesehatan medis diakibatkan adanya anggapan masyarakat terhadap
pengobatan secara medis yang selalu berbiaya mahal dan rumitnya birokrasi
pelayanan kesehatan yang harus ditempuh oleh masyarakat apabila ingin berobat.
Selain itu, masalah lainnya dalam hal pengobatan secara medis yaitu adanya fenomena
kongkalikong antara dokter dengan perusahaan farmasi bahkan mungkin pemerintah
dalam proses pelayanan kesehatan yang di dapat oleh sebagian masyarakat untuk mendapatkan
jenis obat yang “mujarab”. Fenomena layanan kesehatan medis yang masih bermasalah,
tentunya dijadikan suatu peluang oleh beberapa klinik kesehatan yang berbasiskan
pada alternatif untuk meraup pangsa pasar kesehatan yang bersifat “bebas” tersebut.
Dalam hal menarik calon pasien, klinik kesehatan alternatif memanfaatkan kredibilitas
para tokoh sentral kesehatan alternatif, tokoh-tokoh masyarakat maupun para mantan
pasien klinik untuk “membujuk dan merayu” para pasien melalui teknik komunikasi
word of mouth, advertorial dan periklanan sebagai praktisi/komunikator
kesehatan yang ditunjukkan dalam selebaran (flyer), pamflet, spanduk maupun
iklan yang ada di televisi. Komunikator kesehatan tersebut tampil
ditengah-tengah masyarakat dengan mengedepankan pengalaman dan teknik-teknik
layanan kesehatan medis yang tidak birokratis tetapi dengan pendekatan humanis
terhadap si pasien. Kunci sehat dalam pengobatan alternatif yaitu “harus
percaya dan yakin” akan kesembuhan melalui pendekatan penggunaan herbal, pemanfaatan
energi alami maupun kekuatan-kekuatan
supranatural yang berdasarkan kepercayaan terhadap suatu agama maupun
kepercayaan lainnya.
Penulis: Aat Ruchiat Nugraha,
Lilis Puspitasari
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150009