KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA AKULTURASI ANTARA KAUM URBAN DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI PASAR SEGIRI SAMARINDA
Abstrak: Isi dari artikel ini
menunjukan bahwa Komunikasi Antar Budaya Sebagai Sarana Akulturasi di Pasar
Segiri Samarinda menggunakan komunikasi interpersonal, seperti saling tegur
sapa dengan sesama pedagang, canda gurau yang terjadi pada saat sama-sama
berdagang dan komunikasi kelompok seperti peringatan hari kemerdekaan dan
yasinan. Dalam komunikasi yang terjadi antara pedagang satu dengan pedagang
yang lainnya yang berbeda latar belakang budaya dilihat dari akulturasi budaya
sangat mencolok. Faktor pendukungnya, budaya yang dibawa oleh kaum urban dengan
masyarakat lokal yang sudah ada adalah rasa saling menghargai diantara elemen
masyarakat yang sangat dijunjung tinggi. Jadi kecendrungan bersifat kedaerahan itu sudah mulai luntur
dan sudah mulai membentuk budaya baru namun tanpa menghilangkan budaya aslinya.
Sebuah kebiasaan yang dibawa pun sangat begitu nampak sebagai suatu jalan
aktifitas komunikasi antara kaum urban dengan masyarakat lokal. Sedangkan
faktor penghambatnya yaitu etnosentrisme, prasangka dan stereotip sebagian
kecil masyarakat yang ada disana.
Penulis: Puji Astuti
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140274