KEBIJAKAN FORMULATIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) DI KABUPATEN TABANAN (Studi Kasus Penertiban Gepeng dan Pedagang Kaki Lima dalam Perwujudan Tata Kota)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji model formulatif kebijakan SATPOL PP Tabanan  terhadap  penertiban  Gepeng  dan  Pedagang  Kaki  Lima  dalam perwujudan  tata  kota  sebagai  research  modle  bagi  SATPOL  PP  di  daerah Kabupaten/Kota  lain  di  Provinsi  Bali,  dan  2)  menganalisis  dan  memformulasikan implikasi  keberhasilan  teknis  rancangan  tata  kota  yang  dapat  diadopsi  melalui model  formulatif  kebijakan  SATPOL  PP  Tabanan  dalam  penataan  ruang  wilayah perkotaan  ditinjau  dari  Perda  RTRWP  Bali  No.16  Tahun  2009.  Jenis  penelitian yuridis  normatif  dengan  pendekatan  field  research  (penelitian  lapangan), sampel/responden  secara  proporsional  yang  difokuskan  pada  organisasi perangkat  daerah,  teknik  analisis  data  secara  deskriptif  kualitatif.  Hasil  penelitian menunjukkan: 1) model kebijakan formulatif keberhasilan SATPOL PP Tabanan di dalam  penertiban  Gepeng  dan  Pedagang  kaki  lima  adalah  melalui  tahap pengumpulan  opini,  tahap  pendekatan  dan  komunikasi,  tahap  public  hearing, sosialisasi  dan  negosiasi,  tahap  kesepakatan,  tahap  eksekusi  terhadap pelanggaran,  yang  diikuti  dengan  pembinaan  melalui  lembaga  sosial  seperti  balai latihan  kerja  (BLK).  2)  implikasi  keberhasilan  model  kebijakan  formulatif  terhadap penertiban  gepeng  dan  pedagang  kaki  lima  melalui  Satpol  PP  Tabanan  berupa tata kota yang bersih dan teratur, hasil jual, penyediaan tempat permanen berupa los-los  resmi,  penyediaan  jasa  pelayanan  parkir,  termasuk  pengembangan  jenis usaha kreatif hasil kerajinan tangan warga binaan.
Kata Kunci: Kebijakan Formulatif, Satpol PP, Gepeng dan Pedagang kaki lima
Penulis: Ratna Artha Windari, Ni Ketut Sari Adnyani
Kode Jurnal: jpsosiologidd150110

Artikel Terkait :