IDEOLOGI NYEGARA GUNUNG: SEBUAH KAJIAN SOSIOKULTURAL KEMISKINAN PADA MASYARAKAT PESISIR DI BALI UTARA
Abstract: Target khusus yang
ingin dicapai dalam tahun ini adalah terdeskrepsikannya fenomenan kemiskinan
sosiokultural dan geneologis kemiskinan sosiokultural masyarakat pesisir;
terdeskrepsikannya secara kritis ideologi nyegara gunung yang berkembang pada
masyarakat pesisir; terdeskrepsikannya secara kritis keberfungsian ideologi
nyegara gunung dalam mengatasi masalah kemiskinan sosiokultural pada masyarakat
pesisir di Bali Utara; serta tersdeskrepsikannya peranan masyarakat politik,
ekonomi dan sipil dalam pengentasan kemiskinan sosiokultural berbasis ideologi
nyegara gunung pada masyarakat prsisir di Bali Utara. Pendekatan yang digunakan
dalam penelitian ini pada tahun pertama adalah pendekatan yang bersifat
etnografis kritis. Sehunbungan dengan hal itu, informan penelitian ini
menggunakan purposive smowball, pengumpulan data dengan observasi, wawancara
mendalam, dan studi pustaka, analisis data menggunakan analisis kritis
deskreptif kualitatif.
Berdasarkan pendekatan tersebut di atas dapat dikemukakan hasil kajian
ini sebagai berikut: Kemiskinan sosiokultural masyarakat di Bali Utara dapat dilihat
dari lingkungan pemukiman masyarakat pesisir yang berada di sekitar pantai pada
umumnya menempati tanah negara dan dengan kondisi bangunan yang sangat
sederhana. Kemiskinan sosiokultural yang dimilikinya juga tercermin oleh
tingkat pendidikan dan penguasan teknologi kebaharian yang masih terbatasa.
Kondisi ini tentu saja juga terkait dengan keterbatasan modal finansial yang dimiliki oleh m syarakat
pesisir.Terjadinya kemiskinan sosiokultural pada masyarakat pesisir secara
geneologis disebabkan oleh keterbatasan modal financial yang dimiliki dan
kebijakan-kebijakan pembangunan yang kurang berpihak pada masyarakat pesisir
yang mengalami jeratan gurita kemiskinan. Dalam mengatasi kemiskinan
sosiokultural, masyarakat pesisir mengembangkan berbagai aktivitas sosial
ekonomi yang dilandasi kesadarannya terhadap kebenaran ideologi nyegara gunung,
dan menjadikan laut sebagai ruang hidup yang menjanjikan. Di samping itu,
masyarakat pesisir juga mengembangkan berbagai diversifikasi usaha dan
kelembagaan kredit sosial dan ekonomi sebagai bentuk adaptasinya dalam
mengatasi kemiskinan sosiokultural yang ada.
Dalam mengatasi kemiskinan, masyarakat politik, ekonomi dan sipil ikut
berperan, baik dalam bentuk pendampingan modal maupun pembinaan terhadap
masyarakat pesisir.
Penulis: I Wayan Mudana
Kode Jurnal: jpsosiologidd130392