HUBUNGAN TINGKAT MODAL SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PELAKU UKM (Studi Pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang)

ABSTRAK: Keripik tempe merupakan icon oleh-oleh khas kota Malang. Sanan sebagai salah satu wilayah di Kota  Malang,  merupakan  pusat  dari  home  industry  yang  memproduksi  keripik  tempe.  Dalam kegiatan  usaha,  pelaku  usaha  membutuhkan  modal  untuk  menjalankan  usahanya.  Modal  yang sering diperhatikan seringkali hanya tertuju pada modal finansial, sumberdaya alam, sumberdaya manusia  dan  kemampuan  memanfaatkan  teknologi.  Kenyataannya,  terdapat  modal  lain,  yakni modal sosial, akan tetapi modal sosial ini sering kali diabaikan oleh para pelaku usaha. Faktual, untuk  mengingkatkan  produktifitas  usaha  dibutuhkan  semua  modal  yang  ada,  termasuk  modal sosial.  Menjadi  menarik  apabila  ada  penelitian  yang  menganalisa  tentang  seberapa  kuat hubungan  modal  sosial  terhadap  tingkat  pendapatan  pelaku  UKM.  Hal  ini  bertujuan,  untuk mengukur,  dan  menguji  serta  mengetahui  hasil  perhitungan  dari  hubungan  tingkat  modal  sosial terhadap  tingkat  pendapatan  pelaku  UKM.  Berdasarkan  hasil  pengujian,  menunjukkan  bahwa ada  korelasi  yang  positif  dan  signifikan  antara  variabel  modal  sosial  dan  variabel  tingkat pendapatan dimana nilai koefisien korelasi (r hitung) Pearson Product Moment (0,475) dan nilai r  tabel  diketahui  (0,316),  sehingga  nilai  r  hitung  >  r  tabel  yang  artinya  H1  diterima  dan  H0 ditolak.  Hal  ini  berarti  ada  hubungan  antara  tingkat  modal  sosial  terhadap  tingkat  pendapatan pelaku UKM.
Kata Kunci: Pelaku UKM, Industri Keripik Tempe, Modal Sosial, Tingkat Pendapatan
Penulis: Taupan Muhamad Hapiz
Kode Jurnal: jpsosiologidd140236

Artikel Terkait :