HIBRIDITAS DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA PENGGEMAR (Studi Etnografi tentang Budaya Penggemar pada Fandom VIP Malang)

ABSTRAK: Terpaan akan fenomena Hallyu Wave sudah mulai dirasakan di Indonesia. Masuknya drama-drama  Korea  dan  juga  musik  K  pop  di  beberapa  stasiun  televisi  swasta menjadi  buktinya.  Kepopuleran  musik  K  pop  juga  ditandai  dengan  merebaknya fansclub-fansclub atau yang  biasa disebut dengan  fandom turut mewarnainya. Jurnal ini  akan  memaparkan  mengenai  pembentukan  budaya  penggemar  di  dalam  fandom yang  bernama  VIP  yang  bertempat  di  Kota  Malang  serta  gejala  hibriditas  di dalamnya.  Penelitian  ini  merupakan  studi  etnografi  yang  dianalisis  dengan menggunakan  konsep  dari  Henry  Jenkins  mengenai  budaya  penggemar  untuk membantu menjelaskan proses pembentukan budaya penggemar, serta teori hibriditas dari  Homi  K.  Bhabha  untuk  menganalisis  bentuk  hibriditas  budaya  penggemar. Budaya  penggemar  terbentuk  melalui  perilaku  fandom  antara  lain  fansite,  fangath, fanproject, fancover, fanfic, fanart, fanchant, fancam/fanvid, dan fanwar, serta atribut fandom yang tampak pada crown, bias, dresscode, goodies, handbanner, crownstick, dan  encore.  Kemudian  bentuk  hibriditas  ditunjukkan  pada  domain  fanfic  dan fancover.
Kata Kunci: Fandom VIP Malang, Budaya Penggemar, Hibriditas
Penulis: Eka Putri Ayu Dita Kusuma
Kode Jurnal: jpsosiologidd140233

Artikel Terkait :