Hambatan Pencapaian Target Daya Beli Sebagai Pembentuk Kualitas Pembangunan Manusia di Jawa Barat
Abstrak: Makalah ini bertujuan
untuk [1] mengindentifikasi sektor-sektor ekonomi yang signifikan di dalam
meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin di perkotaan dan perdesaan Jawa
Barat, [2] mengkaji dampak pengeluaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara
berurutan terhadap pendapatan rumah tangga miskin di perkotaan dan perdesaan,
penggunaan faktor produksi dan perluasan kesempatan kerja, dan [3]
mengidentifikasi kondisi yang menghambat upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat
dalam mencapai target daya beli melalui peningkatan pendapatan. Penulis
menggunakan studi literatur, utamanya terhadap penelitian terkini yang
menggunakan pendekatan Social Accounting Matrices (SAMs) dan penelitian yang
terkait dengan distribusi pendapatan. SAMs dapat menggambarkan makroekonomi
Jawa Barat pada waktu tertentu. Lebih dari itu, pendekatan ini dapat
menggambarkan hubungan sosial dan ekonomi di antara berbagai institusi,
termasuk institusi pemerintah dan rumah tangga. Hasil dari ketiga kajian itu
menunjukkan, pertama, di dalam sistem produksi, pendapatan rumah tangga miskin
peka terhadap output beberapa sektor ekonomi, seperti : [a] pertanian, [b]
industri pengolahan makanan, minuman dan tembakau, [c] konstruksi/bangunan, [d]
perdagangan, hotel dan restoran, dan [e] jasa-jasa. Kedua, ditemukan bahwa
pengeluaran pemerintah bias terhadap pendapatan rumah tangga kaya di perkotaan
dan pendapatan pemilik modal dalam sistem produksi, serta rendahnya dampak
pengeluaran pemerintah terhadap perluasan kesempatan kerja. Dan terakhir,
hambatan di dalam mencapai target daya beli rumah tangga miskin disebabkan oleh
lemahnya distribusi pendapatan personal dan fungsional.
Kata Kunci: Daya Beli; Miskin;
Pengeluaran Pemerintah; Distribusi Pendapatan Personal; Model Multiplier Effect
Penulis: Yuhka Sundaya
Kode Jurnal: jpsosiologidd060038