ENGAGED BUDDHISM: The Quandary of the Saffron’s Involvement in Politics in Burma
Abstrak: Tanpa menghiraukan
instruksi pemerintah agar
tidak melibatkan diri dalam aksi
demonstrasi, pada bulan Agustus 2008 para bikku di Arakan ikut dalam
aksi protes atas
kondisi perekonomian yang
terus terpuruk di Burma.
Aksi tersebut berujung
di Pakokku pada
sebuah bentrokan antara polisi
dengan para demonstran.
Satu bikku dikabarkan
terbunuh dan tiga lainnya
terluka. Bukannya surut,
peristiwa itu menyulut
keberanian lebih besar dari para
bikku. Sejarah mencatat bahwa bikku memainkan peran yang sangat penting
dalam kehidupan masyarakat
Burma, termasuk di
ranah politik. Realitas seperti ini tak pelak memunculkan beragam kontroversi di kalangan umat
Buddha. Masyarakat mulai
bertanya-tanya, apakah aktivitas politik memiliki
justifikasi dalam ajaran
Buddha? Bukankah dalam
tradisi lama Buddha komunitas
bikkhu justru ― diasingkan dari arena
politik? Tulisan ini ingin
melihat bagaimana para
bikkhu mulai menjadi
sensitif dengan isu-isu sosial,
termasuk soal-soal politik.
Tulisan ini juga
berusaha menelisik bahwa perkembangan
kontroversial tersebut sebenarnya terinspirasi dari
praktik-praktik keagamaan yang
mereka berikan kepada umat Buddha.
Author: Yulianti
Journal Code: jpperadabanislamgg110004