EFEKTIFITAS KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL OLEH POLISI RESOR KOTA SAMARINDA DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM SAFETY RIDING KEPADA PENGENDARA RODA DUA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SAMARINDA
Abstrak: Artikel ini berisi
tentang efektifitas komunikasi verbal dan nonverbal oleh polresta samarinda
dalam mensosialisasikan program safety riding kepada pengendara roda dua di
sekolah menengah atas negeri 1 samarinda. Tujuan artikel ini adalah untuk
mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis apakah dengan komunikasi verbal
dan nonverbal yang dilakukan polisi untuk mensosialisasikan program safety
riding, pelajar dapat memahami makna dan arti yang dimaksud oleh komunikator
sehingga dapat dilihat efek komunikasi yang dihasilkan dari komunikasi verbal
dan nonverbal tersebut serta mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh
Polresta Samarinda dalam mensosialisasikan program safety riding. Analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman.
Artikel ini disusun secara Metode Deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian
di lapangan menunjukkan bahwa sosialisasi langsung yang dilakukan oleh Unit
Dikyasa Polresta Samarinda di SMA Negeri 1 Samarinda tidak banyak menggunakan
gerakan tubuh karena penyampaian pesan yang dilakukan hanya berupa pidato pada saat
apel atau upacara bendera. Namun, pesan yang disampaikan cukup dimengerti oleh
siswa siswi SMA Negeri 1 Samarinda. Faktor cuaca, alat pendukung pelaksanaan
sosialisasi safety riding, perhatian siswa, dan juga keterbatasan personil dan
waktu merupakan faktor penghambat dari pelaksanaan sosialisasi safety riding
yang dilakukan oleh Unit Dikyasa Polresta Samarinda. Karena tidak
mengkombinasikan komunikasi verbal dan nonverbal, maka sosialisasi safety
riding yang dilakukan oleh Unit Dikyasa Polresta Samarinda di SMA Negeri 1
Samarinda dirasa kurang efektif oleh siswa SMA Negeri 1 Samarinda.
Penulis: Nuning Nugraha
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140272