“AJO SIDI PEMBUAL” ‘IDENTITAS DIRI’ ATAU ‘MESIN PEMBEDAAN’ KEMINANGAN: ANALISIS KAJIAN BUDAYA
ABSTRAK: Matrilineal di
Minangkabau memiliki keunikan
sendiri. Jadi bila menganalisis watak
identitas keminangan yang
merupakan implikasi dari
budaya mereka tergambar dalam
wacana-wacana sastra. Salah
satunya dapat dilihat
dari aspek bahasa dalam
idiom gadang ota.
Kerumitan idiom gadang
ota adalah sistem sosial
yang tidak dapat
dijelaskan dengan mudah
dalam tataran bahasa,
tataran budaya dan tataran
prosa dalam konsep
keminangan. Gadang ota
menentukan kombinasi luar biasa dari berfikir dan sikap dari cerminan
budaya yang dapat dilihat pada kehidupan seseorang. Tampaknya bahwa idiom itu
disekat oleh kekuasaan dan kekuasaan
itu dicampuri dengan
kepiawaan dengan kepiawaan
dalam menyusun kalimat yang kuat
dengan idealisme. Dapatkah Gadang ota diketahui sebagai sesuatu yang termasuk
dalam tindakan politik,
mental dan cara
berfikir, taktik dan
strategi minang? Bolehkah pemeran Ajo Sidi gadang ota ditempatkan
sebagai contoh identitas dari keseluruhan Minang? Studi kasus tentang pemeran
Ajo Sidi dalam cerita pendek Robohnya
Surau Kami diharapkan
dapat memberikan pencerahan
dan jawaban tentang mesin
pembedaan tentang watak minang sendiri.
Penulis: Sulastri
Kode Jurnal: jpsosiologidd090029