UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides [L] Benth.) UNTUK PENGOBATAN LUKA YANG TERINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

ABSTRAK: Daun  Miana  (Coleus  scutellarioides  [L]  Benth)  memiliki  kandungan  flavonoid,  tanin, triterpenoid, steroid dan  minyak  atsiri  yang mampu memberikan efek  antibakteri. Penelitian ini  bertujuan  untuk  membuat  salep  dari  ekstrak  daun  Miana  (Coleus  scutellarioides  [L] Benth.)  dan  uji  efektivitas  sediaan  salep  terhadap  pengobatan  luka  yang  terinfeksi Staphylococcus  aureus  pada  kulit  kelinci.  Pembuatan  salep  ekstrak  daun  Miana  yang  telah memenuhi  syarat  dan  diujikan  pada  hewan  uji  kelinci  sebanyak  5  ekor  dengan  perlakuan, dasar salep berlemak (kontrol negatif), Gentamicin salep (kontrol positif), salep daun Miana 20%,  40%  dan  80%.  Semua  kelinci  disayat  sepanjang  1,5  cm  dan  diberikan  bakteri Staphylococcus  aureus  sebanyak  0,2  mL.  Luka  diolesi  tiga  kali  sehari  dengan  salep  yang diuji. Pengamatan luka dilakukan setiap hari selama 8 hari. Semua data diuji secara statistik menggunakan  ANOVA  (Analysis  Of  Variant)  dan  dilanjutkan  dengan  uji  LSD  (Least Significant  Different).  Hasil  penelitian  menunjukkan  formulasi  salep  ekstrak  daun  Miana memenuhi  persyaratan  uji  salep  menurut  Farmakope  Indonesia  edisi  III.  Luka  sayat  yang dioleskan salep ekstrak daun Miana mengalami penyempitan luka, membentuk keropeng dan menutup luka mulai hari ke-3 (tiga). Hasil uji statistik menunjukkan efek signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci, yaitu F hitung > F tabel (37,167 > 5,19). 
Kata kunci:  Salep, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, kelinci
Penulis: Prataya N. S. Marpaung, Adeanne C. Wullur, dan Paulina V. Y. Yamlean
Kode Jurnal: jpfarmasidd140166

Artikel Terkait :