UJI EFEKTIFITAS SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata Lamk) DAN PENGUJIAN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PUNGGUNG KELINCI YANG DIINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus

ABSTRAK: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kualitas  sediaan  salep  ekstrak  daun  Bakau  hitam 4%,  6%,  8%  dan  10%  serta  efek  penyembuhan  terhadap  luka  terinfeksi  pada  punggung kelinci. Proses penyarian ekstrak daun Bakau hitam menggunakan metode ekstraksi maserasi. Pada  pengujian  sediaan  salep  dilakukan  uji  organoleptik,  uji  homogenitas  dan  uji  pH. Pengujian  efektivitas  penyembuhan  luka  terinfeksi  menggunakan  5  kelompok,  yaitu Kloramfenikol salep (kontrol positif), dasar salep (kontrol negatif), salep ekstrak etanol daun Bakau hitam 4%, salep ekstrak etanol daun Bakau hitam 6%, salep ekstrak daun Bakau hitam 8% dan salep ekstrak daun Bakau hitam 10% terhadap 6 ekor kelinci dengan panjang luka 1 cm, dilakukan sampai hari ke-7. Data diolah secara statistic menggunakan One Way ANOVA (Analysis  Of  Variant)  dan  dilanjutkan  dengan  uji  LSD  (Least  Significant  Different).  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  basis  salep  dan  salep  ekstrak  etanol  daun  Bakau  hitam  4%, 6%,  8%,  10%  menghasilkan  sediaan  yang  memenuhi  syarat  dari  uji  homogenitas,  uji organoleptik,  uji  pH  akan  tetapi  tidak  memenuhi  syarat  pada  uji  daya  sebar.  Berdasarkan hasil yang didapat salep ekstrak etanol daun Bakau hitam dengan konsentrasi 10% memiliki daya penyembuhan  yang baik diikuti dengan salep ekstrak etanol daun Bakau hitam dengan konsentrasi 8%, 6% dan 4%. 
Kata kunci: Rhizophora mucronata Lamk, Salep, Luka terinfeksi, Kelinci
Penulis: Fachrial Paputungan, Paulina V. Y. Yamlean dan Gayatri Citraningtyas
Kode Jurnal: jpfarmasidd140128

Artikel Terkait :