UJI EFEKTIFITAS DAYA ANTELMINTIK INFUS DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP CACING GELANG (Ascaris lumbricoides) SECARA IN VITRO

ABSTRAK: Cacingan merupakan penyakit endemik dan kronik diakibatkan oleh cacing parasit dengan prevalensi tinggi,  tidak  mematikan,  tetapi  menggerogoti  kesehatan  tubuh  manusia  sehingga  berakibat menurunnya kondisi gizi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efek antelmintik dari infus daun Ketepeng Cina  (Cassia  alata L.) terhadap  cacing  gelang  (Ascaris  lumbricoides) dan  mengetahui kadar efektif dari infus daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) sehingga mempunyai efek antelmintik  terhadap cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk melihat  efek  antelmintik  infus daun  Ketepeng  Cina (Cassia alata L.)  dengan  konsentrasi  20%, 40% dan  80%  dengan  pembanding  larutan  pirantel  pamoat  (combantrin®)  sebagai  kontrol  positif  dan larutan NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infus daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80% terbukti memberikan efek antelmentik terhadap cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang mengalami paralisis setelah 24 jam pengamatan. Kadar  efektif  dari  infus  daun  Ketepeng  Cina  (Cassia  alata L.)  yang  memberikan  efek  antelmintik terhadap  cacing  gelang  (Ascaris  lumbricoides)  yaitu  pada  konsentrasi  20%. Pada  konsentrasi  ini menunjukkan bahwa cacing gelang mengalami paralisis, dimana pada saat jam ke-12 hingga jam ke-18 setelah perlakuan tubuh cacing mulai melemah sehingga pergerakan menjadi lambat dan pada jam ke-24 cacing gelang (Ascaris lumbricoides) mengalami paralisis, namun waktu yang diperlukan lebih lama  dibandingkan dengan  konsentrasi  80%  yang  telah  menunjukkan  efek  antelmintik  pada  jam  ke-12.
Kata kunci: Infus, Daun Ketepeng cina (Cassia alata L.), Efek Antelmintik
Penulis: Virginia N. Lasut, Paulina V. Y. Yamlean, Hamidah Sri Supriati
Kode Jurnal: jpfarmasidd120105

Artikel Terkait :