Uji Aktivitas Anti Hiperurisemia Ekstrak n-Heksana,Etil Asetat, dan Etanol 70% Biji Jinten Hitam (Nigella sativa) terhadap Mencit Hiperurisemia

Abstrak: Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  aktivitas  anti hiperurisemia  in vivo dari ekstrak biji jinten hitam yang diperoleh secara maserasi bertingkat. Lima belas mencit dibagi dalam lima kelompok yaitu K-, K+, P1, P2, dan P3. Kelompok K- adalah kontrol negatif (jus hati ayam 0,2% b/v) dan kelompok K+ adalah kontrol positif (alopurinol 10 mg/kg BB). Kelompok P1, P2, dan P3 diberi ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 70 % biji jinten hitam berturut-turut dengan dosis 200 mg/kg BB. Semua sediaan uji diberikan selama 4 hari. Sampel darah diambil 1 jam setelah induksi kalium oksonat (300 mg/kg BB), hal ini untuk menghambat enzim urikase yang  dapat  melarutkan  asam  urat  dalam  air.  Data  yang  didapat  kemudian  dianalisi menggunakan ANOVA satu arah kemudian kemudian dilakukan uji BNT. Hasil yang didapat adalah ekstrak etil asetat memiliki aktivitas yang tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif. Berdasarkan  hasil  penapisan  fitokimia  ekstrak  etil  asetat  mengandung  senyawa  terpenoid, saponin, dan alkaloid. Terpenoid diduga memiliki aktivitas anti hiperurisemia, namun belum diketahui.
Kata Kunci: hiperurisemia, Nigella sativa, terpenoid
Penulis: Umar Dian Prambudi Kusuma, Siti Muslichah, Evi Umayah Ulfa
Kode Jurnal: jpkesmasdd140082

Artikel Terkait :