TUMOR OTAK PRIMER DENGAN HEMIPARESE DEXTRA DAN PARESE NERVUS II, III, IV, VI
Abstrak: Tumor otak
secara histologik dapat
menduduki tempat yang
vital sehingga menimbulkan kematian dalam waktu singkat. Penegakan
diagnosis penyakit ini membutuhkan
keterampilan dan sarana
yang tidak sederhana
dan memerlukan pendekatan multidisiplin
kedokteran. Kasus. Ny.H,
47 tahun dengan
keluhan nyeri kepala seperti
ditusuk-tusuk sejak 1
tahun lalu, penglihatan
kabur sejak 7
bulan lalu, tangan dan
kaki kanan lemah
dan kejang sejak
2 bulan lalu.
Pada pemeriksaan fisik, ditemukan kelainan
pada nervus II,
III, IV, VI.
Dari pemeriksaan penunjang
CT scan diperoleh kesan
sugestif Space Occupying
Lesion (SOL) dengan
edema luas lobus parietal sinistra. Diagnosis.
Hemiparese dextra dan parese
nervus II, III, IV, VI
e.c SOL tumor primer. Pasien
direncanakan mendapat terapi
suportif, yaitu IVFD
RL XX tetes/menit (makro), ceftriaxon vial 1 gram/12
jam, ranitidin ampul 1 gram/12 jam, Dexamethason 1 ampul/6
jam. Simpulan. Setiap tumor otak haruslah dianggap “ganas secara klinis”
sehingga membutuhkan tindakan
yang cepat dan
tepat.
Penulis: Radinal YSP, Neilan
Amroisa
Kode Jurnal: jpkedokterandd140127