THE EFFECT OF TEMPE EXTRAXT ON DAMAGE LIVER CELLS IN WHITE RAT WITH PARACETAMOL-INDUCE

Abstrak: Komponen antioksidan didalam makanan hasil fermentasi kedelai dapat mengeliminasi kelebihan reactive oxygen species (ROS). Parasetamol adalah  OAINS yangpaling sering digunakan oleh masyarakat yang apabila digunakan dalam dosis yang berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan nekrosis hati. Kasus. Menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur  Wistar  yang diberi perlakuan selama 42 hari, tikus dibagi kedalam 5 kelompok. Kelompok   perlakuan 1 tanpa pemberian ekstrak tempe dan parasetamol (hewan kontrol). Kelompok 2 diberikan parasetamol 3 x 0,75 ml /hari selama 6 minggu kelompok pemberian ekstrak tempe. Kelompok 3 diberi ekstrak tempe 0,27 ml /hari, 1x sehari dan diberi parasetamol 3 x 0,75 ml/hari selama 6 minggu. Kelompok  4, diberi ekstrak tempe 0,54 ml/hari, 1x sehari dan diberi parasetamol 3 x 0,75 ml/hari selama 6 minggu. Kelompok 5 diberi ekstrak tempe 1,08 ml /hari, 1x sehari dan diberi parasetamol 3 x 0,75 ml/hari selama 6 minggu. Setelah perlakuan selesai, (hari ke- 43) dibuat preparat pemeriksaan histopatologi sel hati dengan menghitung persentase kerusakan sel hati.  Simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok yang diinduksi dengan parasetamol saja dan dengan kelompok yang diinduksi dengan parasetamol dan diberikan ekstrak tempe. Pemberian ekstrak tempe dapat mengurangi kerusakan hati tikus putih yang diinduksi oleh parasetamol, dan, dosis yang efektif untuk mencegah kerusakan sel hati tikus pada penelitian ini adalah 0,54ml.
Kata kunci: ekstrak tempe, hepatosit
Penulis: George Pestalozi
Kode Jurnal: jpkedokterandd140137

Artikel Terkait :