Studi Permeabilitas In Vitro Sediaan Gel Natrium Diklorofenak dan Dietilamin Diklorofenak
Abstrak: Akhir-akhir ini
di pasaran farmasi
beredar produk gel
antiinflamasi golongan NSAID diklofenak dengan
bahan aktif yang
berbeda. Beberapa produk
dibuat menggunakan bahan aktif garam natrium diklofenak,
sedangkan industri farmasi lainnya menggunakan bahan aktif garam dietilamin
diklofenak. Kedua bahan
aktif memiliki perbedaan
sifat dan karakter terutama dari
sifat kelarutannya dalam
air. Untuk itu
kami bermaksud untuk
mempelajari kemampuan
penyerapan (permeabilitas) dari
kedua zat aktif
tersebut. Gel dibuat menggunakan komposisi yang sama dengan
basis gel larut air menggunakan Hidroksi Propil Selulosa (HPC),
surfaktan,campuran kosolven dan
pengawet hingga kedua
bahan aktif terlarut sempurna.
Produk kemudian dievaluasi kualitasnya meliputi organoleptis, kadar, pH dan viskositas.
Sediaan gel yang
telah memenuhi persyaratan
kemudian diuji lebih
lanjut permeabilitasnya
secara in vitro
selama 32 jam
dengan sel difusi
franzdan sisa kulit
ular phyton (Python reticulates)
sebagai membrannya. Hasil
evaluasi kualitas sediaan
gel menunjukkan bahwa kedua formula gel dari bahan aktif yang berbeda
memiliki kualitas yang memenuhi
persyaratan sebagai sediaan
gel yang baik.
Sedangkan hasil uji
permeabilitas in vitro
memperlihatkan bahwa kedua bahan aktif memberikan profil yang berbeda danjumlah
keterserapan bahan yang berbeda. Dimana setelah 32 jam diperoleh sebanyak 20%
natrium diklofenak dan 15,5% dietilamin diklofenak. Terlihat bahwa profil dari
dietilamin diklofenak memiliki efek depo, sehingga dosis yang digunakan lebih
efektif untuk jangka waktu lama.
Penulis: Yoga Windhu Wardhana,
Sriwidodo B.,Aliya Nur Hasanah, Priskila O. Dwiestri
Kode Jurnal: jpfarmasidd140025