Studi Aktivitas Antioksidan Senyawa 1-(p-klorobenzoiloksimetil)-5-fluorourasil dengan Metode Molecular Docking dan Metode DPPH
Abstrak: Kerusakan sel disebabkan
oleh radikal bebas
reactive oxygen species
(ROS) dan aktivitas antioksidan
mempunyai peran penting sebagai pengikat radikal bebas di dalam tubuh. Studi
ini dilakukan untuk menguji antioksidan secara
in vitro dan afinitas ligan
terhadap reseptor ROS pada manusia (kode
PDB : 3ZBF).
Pada metode DPPH, 1-(p-klorobenzoiloksimetil)-5-fluorourasil dilarutkan dalam etil asetat, sedangkan 5-fluorourasil dan asam askorbat
ygang digunakan sebagai standar dilarutkan dalam metanol. Aktivitas
pengikatan radikal bebas yang diukur menggunakan spektrofotometer, dengan
panjang gelombang maksimum pada 512 nm. Metode DPPH menunjukkan bahwa asam
askorbat memiliki aktivitas antioksidan yang kuat (IC 50 = 19,092 ppm),
sedangkan 1-(p-klorobenzoiloksimetil)-5-fluorourasil (IC50= -2.500.245 ppm) dan
5-fluorourasil (IC50= -4.998 ppm) tidak memiliki aktivitas antioksidan. Pada
docking molekuler (in silico) pada reseptor ROS manusia mengindikasikan
1-(p-klorobenzoiloksimetil)-5-fluorourasil (Ki = -6,2 ±0,04 kkal.mol) memiliki
aktivitas terbaik dibandingkan dengan asam askorbat (Ki = -4,8 ± 0,19 kkal/mol)
dan 5-fluorourasil (Ki = -4,6 ±kkal/mol).
Kata kunci:
1-(p-klorobenzoiloksimetil)-5-fluorourasil, 5-Fluorourasil, antioksidan, DPPH, dockingmolekuler
Penulis: Brahmansyah Diar Rosiarto,
Ayik Rosita Puspaningtyas, Diana Holidah
Kode Jurnal: jpkesmasdd140078