Sindroma Perimenopause pada Akseptor Kontrasepsi progesterone, Kombinasi, dan Non-hormonal
Abstract: Sindroma
perimenopause merupakan kumpulan keluhan dan gejala meliputi psikologis,
somato-vegetatif, dan urogenital pada wanita menjelang menopause. Meskipun
mengalami penurunan kesuburan, pada masa ini wanita tetap membutuhkan
kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat meringankan sindroma
perimenopause. Sediaan progesteron only dapat meringankan gejala vasomotor.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan membandingkan sindroma
perimenopause pada akseptor kontrasepsi kombinasi, progesteron-only, dan
non-hormonal.
Metode : Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross
sectional retrospektif. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling sebanyak
100 wanita usia 48-45 tahun, guru di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang
menjadi akseptor kontraepsi kombinasi, progesteron only, dan non-hormonal yang
memenuhi kriteria inklusi. Sindroma
Perimenopause diukur dengan MRS melalui angket. Data dianalisis menggunakan uji
Kruskal Wallis.
Hasil : Sebesar 47,6% aksepor
kontrasepsi kombinasi, 47,8% progesteron only, 46,4% non-hormonal tidak
mengalami sindroma perimenopause. Tidak ada akseptor kontrasepsi kombinasi yang
mengalami sindroma perimenopause berat, sedangkan progesteron only 3,4% dan
non-hormonal 3,6%. Tidak terdapat perbedaan sindroma perimenopause (p=0,793),
keluhan psikologis (p=0,567), somato-vegetatif (p=0,956), dan urogenital
(p=0,835 yang bermakna pada akseptor kontrasepsi kombinasi, progesteron-only,
dan non-hormonal.
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan sindroma perimenopause pada akseptor
kontrasepsi oral kombinasi, progesteron only dan non-hormonal sindroma
perimenopause.
Penulis: Fajriana
Marethiafani, Siti Moetmainnah P., Merry Tiyas A.
Kode Jurnal: jpkedokterandd120189