Risiko Masalah Perkembangan dan Mental Emosional Anak yang Diasuh di Panti Asuhan Dibandingkan dengan Diasuh Orangtua Kandung

Abstract: Anak tinggal di panti asuhan dihubungkan dengan terjadinya keterlambatan perkembangan. Anak yang memiliki waktu interaksi bermain bersama lebih lama dengan pengasuhnya lebih sedikit mengalami masalah perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan masalah perkembangan dan mental emosional antara anak yang tinggal di panti asuhan dan orangtua kandung. Penelitian kuantitatif analitik komparatif desain potong lintang dengan uji chi-kuadrat untuk mengetahui perbedaan masalah perkembangan menggunakan kuesioner preskrining perkembangan (KPSP) yang menilai aspek motorik, bahasa, dan personal sosial, sedangkan masalah mental emosional menggunakan kuesioner masalah mental emosional (KMME) yang menilai perilaku, dilanjutkan penelitian kualitatif desain in depth interview untuk mengetahui faktor penyebab masalah perkembangan dan mental emosional. Penelitian dilaksanakan Juni 2011–Januari 2012, pada subjek 102 anak usia 3–6 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Pada 51 subjek kelompok panti asuhan terdapat 8 anak dengan masalah perkembangan, sementara pada kelompok orangtua kandung tidak ada. Kemungkinan masalah mental emosional pada dua kelompok sama masing-masing sebanyak 29 anak. Masalah perkembangan anak di panti asuhan lebih tinggi (p=0,002), terdapat hubungan bermakna waktu interaksi bermain bersama dengan terjadinya masalah perkembangan (p=0,003). Simpulan, anak di panti asuhan terjadi masalah perkembangan lebih tinggi, sedangkan masalah mental emosional tidak berbeda antara anak di kelompok panti asuhan dan diasuh orangtua kandung.
Kata kunci: Interaksi, mental emosional, orangtua, panti asuhan, perkembangan
Penulis: Riyadi, Kusnandi Rusmil, Sjarif Hidajat Effendi
Kode Jurnal: jpkedokterandd140370

Artikel Terkait :