Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai terhadap Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) Berbagai Media Pasir

ABSTRAK: Produksi tanaman cabai di Indonesia kurang optimal di antaranya dikarenakan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT dapat dikendalikan dengan peningkatan ketahanan tanaman dengan cara menginduksi ketahanan tanaman menggunakan mikroba seperti Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA). FMA diketahui dapat meningkatkan ketahanan beragam jenis tanaman dan untuk mengetahui potensi FMA dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman cabai perlu dilakukan eksplorasi FMA dan diperbanyak pada dua jenis medium pasir untuk memudahkan aplikasi pada tanaman cabai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terhadap aplikasi FMA bermedium pasir hasil perbanyakan. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah eksplorasi, identifikasi dan perbanyakan FMA serta penyiapan tanaman cabai uji. Inokulum FMA hasil perbanyakan dengan medium pasir gunung dan pasir laut digunakan dalam penelitian sebanyak 50 g, 100 g, 150 g dan 200 g per polibag. Inokulum FMA ditambahkan ke dalam lubang tanam bersamaan dengan waktu pindah tanam. Tanaman cabai uji disusun dalam denah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah dan persentase kematangan buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbanyakan spora FMA dalam medium pasir memberikan hasil yang cukup baik. Dilihat dari jumlah sporanya, maka jumlah spora pada medium pasir gunung lebih tinggi dari pada medium pasir laut. Semua variabel pertumbuhan dan sebagian data hasil produksi tanaman cabai yang diberi perlakuan FMA menunjukkan hasil yang baik dan berbeda nyata dibandingkan kontrol. Penulis menyarankan untuk menggunakan formulasi FMA medium pasir gunung dengan dosis 200g karena menghasilkan bobot buah yang tertinggi.
Kata Kunci: Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA), medium pasir, tanaman cabai
Penulis: Yenny Sariasih, Mimi Sutrawati dan Hartal
Kode Jurnal: jppertaniandd140175

Artikel Terkait :