Resistensi Aspirin pada Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan Hipertensi
Abstrak: Aspirin adalah terapi
antiplatelet standar untuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Aspirin dapat memberikan
efek antiplatelet melalui asetilasi siklooksigenase di platelet sehingga
menimbulkan hambatan pembentukan platelet yang permanen. Namun, aktivitas
antiplatelet pada setiap individu dapat bervariasi. Penelitian di luar
Indonesia memperkirakan sekitar 5 sampai 45% dari populasi tidak memperoleh
efek antiplatelet yang adekuat dari aspirin. Penelitian tentang resistensi
aspirin belum pernah dilakukan di RS Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk
melihat prevalensi resistensi aspirin dan mengetahui faktor-faktor yang dapat
memengaruhi resistensi aspirin pada pasien penyakit jantung koroner dengan
komorbid hipertensi menggunakan metode agregasi platelet optik. Penelitian ini menggunakan
studi potong lintang dengan melibatkan 43 pasien di Rumah Sakit Dr. Soetomo
Surabaya selama bulan Juni 2012. Hasil penelitian menunjukkan tidak diperoleh
pasien dengan resistensi aspirin dan hanya dua (4,7%) pasien termasuk aspirin
semirespon. Respon pasien penyakit jantung coroner (PJK) dengan komorbid
hipertensi terhadap aspirin sebagai antiplatelet masih bagus. Diperlukan penelitian
serupa dengan sampel yang lebih besar pada pasien PJK disertai dua atau lebih
komorbid. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui genotipe
diantara pasien yang memberikan respon bagus dan pasien yang memberikan respon
kurang terhadap aspirin.
Penulis: Ema P. Yunita,
Bambang S. Zulkarnain, Muhammad Aminuddin
Kode Jurnal: jpfarmasidd150003