POLA PERESEPAN OBAT PADA MANAJEMEN AWAL PASIEN ARTRITIS REUMATOID DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDAR LAMPUNG PERODE JULI 2012 – JUNI 2013
ABSTRACT: Sekitar 20% dari
kasus yang ditemui dokter diruang praktik merupakan penyakit sendi, artritis
reumatoid merupakan salah satunya. Prevalensinya meningkat setiap tahun dan
menjadi salah satu dari 10 penyakit terbesar di Provinsi Lampung. Terapi untuk
penyakit ini telah mengalami perubahan, dari yang hanya mengobati gejala
(metode piramida) menjadi penggunaan obat untuk memodifikasi penyakit sejak
awal (metode piramida terbalik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola
peresepan obat terkini dan
rasionalitasnya pada manajemen awal pasien artritis reumatoid di Indonesia,
khususnya kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif
analitik. Hasil penelitian didapatkan 68 lembar resep sebagai sampel penelitian
dengan jumlah obat sebanyak 119 obat. Pasien wanita (69,1%) dan usia 15-49
tahun (usia sangat produktif) (55,9%) mendominasi karateristik dasar pasien RA.
Obat Meloxicam (45,4%) dan golongan NSAID (62,2%) merupakan obat dan golongan
yang paling banyak diresepkan. Dosis obat yang digunakan sudah sesuai dengan
literatur namun terjadi irasionalitas dalam jumalh sedikit yaitu
overprescribing pada obat Meloxicam 2x15mg (2,5%) dan metilprednisolon 2x16mg
(6,7%) dan underprescribing pada penggunaan Paracetamol 2x250mg (0,8%) dan
3x500mg (26,9%), cara pemberian obat 100% diberikan secara oral, dan kombinasi
obat paling banyak diberikan adalah kombinasi dengan 2 obat (51,5%). Didapatkan
pula penggunaan NSAID yang lebih dari satu pada terapi kombinasi lainnya. Pada penelitian ini, manajemen awal pasien
artritis reumatoid masih menggunakan metode piramida saja.
Penulis: Miftah Hasanah,
Novita Carolia, Khairunnisa Berawi, Tri Umiana Soleha
Kode Jurnal: jpkedokterandd140352