PERBEDAAN STATUS EKONOMI DAN DUKUNGAN SUAMI ANTARAKELOMPOK IBU YANG MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN IBU YANG TIDAK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS WONOGIRI II
Abstrak: Setiap Ibu melahirkan
dianjurkan dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif kepada bayinya,
kecuali dalam kondisi tertentu, seperti adanya indikasi medis; ibu tidak ada
atau ibu terpisah dari bayi. Suami merupakan bagian penting dalam keberhasilan atau
kegagalan menyusui, karena suami menentukan kelancaran refleks pengeluaran ASI
(let down reflex) yang sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi dan perasaan ibu.
Melalui survey pendahuluan di Puskesmas Wonogiri II, hanya 35,27% ibu yang
menyusui secara eksklusif. Salah satu sebabnya adalah kurangnya informasi
mengenai tentang ASI eksklusif baik ibu, suami dan keluarga sehingga hal ini
menyebabkan kurangnya dukungan suami dalam memberikan ASI eksklusif. Tujuan:
mengetahui perbedaan status ekonomi dan dukungan suami antara kelompok ibu yang
memberikan ASI eksklusif dan ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif di wilayah
kerja Puskesmas Wonogiri II. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah
survey dengan pndekatan kasus control. Pengambilan sampel dengan mnggunakan
consecutive sampling. Sampel yang digunakan 87 responden yang terdiri dari 29
responden kasus dan 58 responden kontrol sesuai dengan kriteria inklusi dan
eksklusi. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian menggunakan
analisa data univariat, bivariat dan multivariat. Pada analisa bivariat
menggunakan uji wilcoxon dan pada analisa multivariate menggunakan uji regresi
logistic ganda. Hasil: Status ekonomi dan dukungan suami secara keseluruhan
tidak dapat menjelaskan/memprediksi keputusan responden dalam memberikan ASI
eksklusif. Namun perbedaan antara kelompok ibu yang memberi ASI eksklusif dan
tidak memberi ASI eksklusif bukan hanya dipengaruhi oleh status ekonomi dan
dukungan suami saja, melainkan ada faktor lain yakni pendidikan ibu dan
pekerjaan ibu. Kesimpulan: selain dukungan suami, cakupan pemberian ASI
eksklusif dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikan ibu karena semakin tinggi tingkat
pendidikan, pengetahuan semakin baik sehingga informasi tentang ASI eksklusif
semakin banyak. Jenis pekerjaan juga berpengaruh pada pemberian ASI eksklusif.
Ibu yang bekerja akan menggantikan ASI dengan susu formula selama bayi
ditinggal bekerja, berbeda sedangkan pada ibu yang tidak bekerja akan memiliki
banyak waktu untuk bersama anak sehingga frekwensi pemberian ASI ekslusif lebih
banyak.
Penulis: Wahyuningsih
Kode Jurnal: jpkeperawatandd140034