PERBEDAAN SENSITIVITAS KUMAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIKA GENERIK DAN PATEN
Abstrak: Infeksi nosokomial
adalah infeksi yang didapat di rumah sakit, terjadi sesudah 72 jam perawatan
pada pasien rawat inap dan bisa juga pada pasien yang dirawat lebih lama dari
masa inkubasi suatu penyakit. Menurut penelitian, salah satu kuman penyebab
infeksi nosokomial adalah Pseudomonas aeruginosa. Tingginya biaya kesehatan
yang bersumber dari obat sebenarnya bisa ditekan secara signifikan jika pasien
menggunakan obat generik. Namun telah terjadi salah persepsi di kalangan
masyarakat luas bahwa obat generik adalah obat kelas dua yang khasiatnya kurang
dibandingkan dengan obat paten. Beberapa penelitian juga sudah membuktikan
bahwa efektivitas dari obat generik dan paten adalah sama. Tujuan penelitian
ini untuk melihat dan membandingkan zona bebas kuman Pseudomonas aeruginosa
penyebab infeksi nosokomial setelah pemberian antibiotika generik dan paten. Penelitian
telah dilaksanakan pada bulan Juni 2013 - Desember 2013 di Laboratorium
Mikrobiologi Universitas Andalas. Penelitian menggunakan 24 sampel biakan kuman
P. aeruginosa dari pasien infeksi nosokomial di RSUP dr. M. Djamil Padang yang
ditentukan berdasarkan rumus simple random sampling menggunakan metode difusi
cakram Kirby-Bauer dan dihitung zona bebas kuman terhadap 4 antibiotika generik
dan paten yang diuji.Dari hasil penelitian ditemukan amoxicillin dan
eritromisin generik dan paten tidak menghasilkan zona bebas kuman, zona bebas
kuman dari 3 sampel yang diuji dengan kloramfenikol generik lebih besar
daripada yang paten sedangkan 21 sampel sisanya sebaliknya, dan zona bebas
kuman dari 8 sampel yang diuji dengan siprofloksasin generik lebih besar
daripada yang paten sedangkan 16 sampel sisanya sebaliknya.Setelah dilakukan analisis
statistik menggunakan SPSS dengan uji T-test independen menunjukkan bahwa tidak
terdapat perbedaan yang bermakna antara sensitivitas kuman Pseudomonas
aeruginosa penyebab infeksi nosokomial terhadap kloramfenikol dan
siprofloksasin generik dan paten. Sedangkan resistensi yang terjadi pada
amoxicillin dan eritromisin diduga dipengaruhi oleh pemberian antibiotik.
Penulis: Ayu Andrian Putri,
Roslaili Rasyid, Rahmatini
Kode Jurnal: jpkedokterandd140079