Perbandingan Penambahan PePerbandingan Penambahan Petidin 0,25 mg/kgBB dengan Klonidin 1 µg/kgBB pada Bupivakain 0,25% untuk Blok Infraorbital pada Labioplasti Anak terhadap Lama Analgesia Pascaoperasi
Abstract: Nyeri
pascalabioplasti dapat dicegah dengan blok infraorbital bilateral. Penelitian
bertujuan membandingkan lama analgesi blok infraorbital pascalabioplasti anak
antara penambahan petidin 0,25 mg/kgBB dan klonidin 1 µg/kgBB pada bupivakain
0,25% menggunakan skala nyeri skor face, leg, activity, cry, consolability
(FLACC). Penelitian prospektif, uji klinis acak terkontrol tersamar tunggal
dilakukan bulan Maret–September 2013 pada 30 pasien status fisik American
Society of Anesthesiologist (ASA) II, usia 3 bulan–1 tahun yang menjalani
labioplasti dengan blok infraorbital bilateral di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin
Bandung. Subjek dibagi dua kelompok, masing-masing 15 orang. Kelompok BP
menerima blok infraorbital dengan adjuvan petidin dan kelompok BK dengan klonidin.
Setelah induksi anestesi, dilakukan blok infraorbital sebanyak 1 mL pada tiap
sisi wajah. Analisis data dengan uji t menunjukkan perbedaan lama analgesi
pascaoperasi yang sangat bermakna (p<0,01) antara kelompok BP (1.828 menit)
dan kelompok BK (1.072 menit). Simpulan penelitian ini adalah penambahan
petidin 0,25 mg/kgBB pada bupivakain 0,25% untuk blok infraorbital labioplasti
anak memberikan analgesi pascaoperasi lebih lama dibandingkan dengan klonidin 1
µg/kgBB.
Penulis: Dewi Ramadani, Iwan
Fuadi, Abdul Muthalib Nawawi
Kode Jurnal: jpkedokterandd140388