PERANAN PENGGUNAAN ALAT BANTU DALAM METODE PEMBAGIAN VISUAL TERHADAP KESERAGAMAN BOBOT PUYER LAMIVUDIN DOSIS KECIL UNTUK TERAPI ANAK DENGAN HIV/AIDS
Abstract: Terapi dengan
Antiretroviral (ARV) atau dikenal dengan Antiretroviral Terapi (ART) digunakan
untuk terapi pada pasien dengan HIV/AIDS baik pasien anak-anak maupun dewasa
(WHO, 2009). Salah satu ARV yang sering digunakan untuk terapi pada pasien
HIV/AIDS pediatri adalah lamivudin. Pemberian obat pada pasien anak masih
banyak diresepkan oleh dokter dalam bentuk sediaan puyer. Cara pembagian puyer
yang paling banyak dilakukan adalah secara visual, dikarenakan lebih cepat dan
praktis. Namun, pembagian secara visual memungkinkan terjadinya variasi dalam
bobot dan kandungan puyer terkait keterbatasan dalam kemampuan pengamatan
secara visual, ketelitian, ketrampilan, serta waktu dalam menyiapkan sediaan
puyer. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan alat
bantu dalam metode pembagian visual terhadap keseragaman bobot puyer. Metode :
Dilakukan pembagian serbuk menggunakan metode pembagian secara visual dengan
menggunakan alat bantu untuk mendapatkan puyer Lamivudin dosis kecil (50 mg)
sebanyak 60 bungkus. Selanjutnya dilakukan penentuan keseragaman bobot puyer
yang mengacu pada persyaratan Farmakope Indonesia Edisi III. Hasil : Pada
penelitian ini diperoleh hasil keseragaman bobot yang memenuhi persyaratan
Farmakope Indonesia Edisi III. Hasil pengujian
dengan menggunakan alat bantu menunjukkan dari 60 bungkus puyer yang
diuji, hanya 1 bungkus serbuk yang menyimpang lebih besar dari 10% bobot
rata-rata namun penyimpangannya tidak lebih dari 15% dari bobot rata-rata.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat
bantu memudahkan dalam penyiapan obat dalam sediaan puyer Lamivudin dosis kecil
(50 mg) dan hasil penentuan keseragaman bobot puyer memenuhi persyaratan
Farmakope Indonesia Edisi III.
Penulis: Pratama, K.M.,
Niruri, R., Wati, K. D.K., Wiradotama, I G.B.G., Dewantara, I G.N.A.
Kode Jurnal: jpfarmasidd140075