PENGETAHUAN DALAM MELAKSANAKAN PIJAT PERINEUM OLEH BIDAN DI KOTA SURAKARTA
ABSTRAK:Robekan perineum yang
terjadi saat persalinan mengakibatkan 40%-60% perdarahan pasca salin.
Komplikasi yang terjadi akibat robekan perineum antara lain lama perawatan yang
lebih panjang, penurunan kualitas hidup wanita, penggunaan obat-obatan serta
analgetik dan incontinensia alvi. Metode yang dapat mengurangi terjadinya
robekan pada perineum saat persalinan diantaranya adalah pijat perineum yang
dilakukan ketika hamil. Tidak semua bidan melakukan pijat perineum ini dengan
berbagai alasan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan bidan antara
yang melakukan pijat perineum dan tidak melakukan. Metode:Rancangan penelitian
ini adalah mixed method dengan observasional analitik pendekatan potong lintang
terhadap 32 bidan yang melakukan pijat perineum dan 68 bidan yang tidak
melakukan pijat perineum. Penelitian ini dilaksanakan di Surakarta pada bulan November-Desember
2012 dengan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji reliabilitas dan
validitas, sedangkan pengumpulan data kualitatif menggunakan wawancara
mendalam. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan
analisis data kualitatif melalui transkripsi, koding, kategori, dan membangun
tema. Hasil:Median skor pengetahuan bidan yang melakukan pijat perineum 80,
yang tidak melakukan pijat perineum 50 (ZM-W= 6,091, nilai p= 0,001).
Berdasarkan analisis kualitatif faktor dominan yang menyebabkan bidan tidak melakukan
pijat perineum yaitu faktor pengetahuan, sikap, pengalaman, motivasi dan
budaya.
Penulis: Enny Yuliaswati
Kode Jurnal: jpkeperawatandd140031