PENGARUH SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG TULANG TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS.)
ABSTRACT: Tepung Ikan (TI)
merupakan bahan baku utama dalam pembuatan pakan. Tetapi ketersediaan dan
tingginya harga tepung ikan tersebut menjadi
kendala untuk para pembudidaya. Oleh sebab itu dibutuhkan bahan baku
pakan alternatif yaitu tepung tulang (TT) yang dapat menggantikan sebagian dari
penggunaan tepung ikan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh
proporsi tepung tulang yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan ikan lele
sangkuriang. Penelitian ini dilakukan di laboraturium Budidaya Perikanan
jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu A (40,65% TI +
0% TT); B (36,65% TI + 4% TT); C (32,65% TI + 8% TT); D (28,65% TI + 12% TT); E
(24,65% TI + 16 TT) serta tiga kali ulangan. Ikan uji dipelihara dalam akuarium
berukuran 60x40x40 cm3 selama 50 hari dengan kepadatan penebaran 15 ekor per
aquarium dengan berat rata-rata 1 ± 0,96 gram. Data dianalisis menggunakan uji
ANOVA ( 0,05) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Variabel yang diamati yaitu
pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan harian, sintasan, rasio konversi pakan,
dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi tepung tulang yang
berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Subtitusi
parsial pada perlakuan C (32,65% TI + 8% TT) memberikan pertumbuhan berat
mutlak tertinggi pada ikan lele sangkuriang sebesar 12,04 gr serta FCR sebesar
1,42 sedangkan perlakuan E (24,65% TI + 16 TT) memberikan pertumbuhan berat
mutlak terendah sebesar 7,19 gr serta FCR sebesar 1,75.
Penulis: Soraya Sopha, Limin
Santoso, Berta Putri
Kode Jurnal: jpperikanandd150007