Pengaruh Ketaatan Terapi Pasien pada Luaran Penyakit Terkait Kardiovaskular

Abstrak: Ketaatan terapi jangka panjang adalah perilaku pasien dalam penggunaan obat, pengaturan diet, dan/atau perubahan pola hidup sebagai hasil persetujuan pasien terhadap rekomendasi penyedia layanan kesehatan. Persistensi terapi merupakan keberlanjutan terapi meliputi durasi pasien tidak meninggalkan terapinya. Ketaatan terapi pasien dipengaruhi oleh faktor sistem kesehatan, pasien, sosioekonomi, terapi, dan kondisi penyakit. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi penelitian-penelitian terkait ketaatan terapi yang meliputi definisi, prevalensi, faktor-faktor, intervensi untuk ketaatan, dan dampak ketaatan terhadap luaran terapi. Penelitian-penelitian yang diulas dipilih secara purposivedari databasejurnal dan situs website terpercaya. Berdasarkan hasil ulasan ditemukan bahwa intervensi nonfarmakologi tidak konsisten hasilnya terhadap peningkatan ketaatan, demikian juga dampak ketaatan terhadap luaran terapi hasilnya bervariasi mulai dari tidak berefek sampai dengan efek ringan dan kuat. Luaran ketaatan meskipun tidak pasti, peningkatan ketaatan tetap diperlukan untuk memastikan obat digunakan dan bekerja dengan baik pada pasien. Hasil positif ketaatan yang ditemukan misalnya pasien yang taat akan mengalami perbaikan prognosis pada pasien hipertensi. Ketidaktaatan terapi pasien dapat meningkatkan kematian, lebih anyak pasien terpaksa masuk rumah sakit, dan memerlukan tambahan biaya terapi yang lebih besar.
Kata kunci: Intervensi nonfarmakologi, ketaatan terapi, luaran terapi, persistensi terapi
Penulis: Rita Suhadi
Kode Jurnal: jpfarmasidd140014

Artikel Terkait :