Pengaruh Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Juru Pemantau Jentik Dalam Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2013
Abstrak: Kasus tertinggi Demam
Berdarah Dengue terdapat di Kecamatan Denpasar Selatan dengan total penderita
371 orang. Jika dilihat dari Angka Bebas Jentik Kecamatan Denpasar Selatan
memiliki presentase terendah yaitu 93,13%. Rendahnya Angka Bebas Jentik di
Kecamatan Denpasar Selatan < 95% mengindikasikan rendahnya kinerja jumantik dalam
pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk belum maksimal. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan kerja, kompensasi, dan
supervisi terhadap kinerja juru pemantau jentik dalam pelaksanaan pemberantasan
sarang nyamuk di Kecamatan Denpasar Selatan.
Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
Proportionate Stratified Random Sampling dengan sampel berjumlah 57 orang.
Jenis penelitian yang digunakan analitik kuantitatif dengan rancangan
penelitian crossectional. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan
analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik.
Hasil Penelitian ini menunjukkan analisis univariat variabel lingkungan
kerja sebagian besar memiliki kategori kurang baik 35 orang (61,4%), variabel
kompensasi separuhnya memiliki kategori kurang baik 29 orang (50,9%), variabel
supervisi sebagaian besar memiliki kategori kurang baik 33 orang (57,9%), dan
variabel kinerja sebagian besar memiliki kategori kurang baik 32 orang (56,1%).
Berdasarkan analisis bivariat lingkungan kerja dan kompensasi tidak ada
hubungan signifikan dengan kinerja jumantik dengan nilai p value 0,197 dan
0,147 (p>0,05) sedangkan supervisi memiliki hubungan signifikan dengan
kinerja jumantik dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Analisis multivariat
menunjukkan lingkungan kerja dan kompensasi tidak berpengaruh signifikan dengan
kinerja jumantik dengan nilai p value 0,194 dan 0,495 (p>0,05) sedangkan
supervisi memiliki pengaruh signifikan dengan kinerja jumantik dengan nilai p
value 0,000 (p<0,05).
Simpulan dari penelitian bahwa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap
kinerja jumantik yaitu variabel supervisi. Saran yang dapat diberikan agar
pihak Dinas Kesehatan Kota Denpasar harus selalu memenuhi sarana dan prasarana
jumantik serta memberikan penghargaan kepada jumantik berprestasi sehingga
dapat meningkatkan kinerja jumantik.
Penulis: Ni Putu Desi Ary
Sandhi
Kode Jurnal: jpkesmasdd140223